Menanti Serbuan Raptor Utara

Sikep Madu Asia, salah satu jenis Raptor migran

Di wilayah temperate atau empat musim kita tentu sering mendengar beberapa jenis musim, musim panas, gugur, semi, dan dingin. Keberadaan keempat musim tersebut tentu sangat mempengaruhi pola aktivitas masyarakatnya. berbeda dengan Indonesia, pola aktivitas masyarakatnya antara musim penghujan dan kemarau tidak terlalu nampak berbeda. Anak sekolah tetap bersekolah, Para pegawai kantor tetap bekerja, dan seluruhnya tetap berjalan secara umum. hal itu mungkin karena antara kemarau dan penghujan tidak terlalu mencolok perubahannya. Buktinya kalau kemarau tetap ada hujan, kalau penghujan kadang masih ada panas matahari.

Kondisi tersebut sangat berbeda dengan yang ada di negara-negara empat musim. Perbedaan yang sangat ekstrim antara keempat musim tersebut, sekali lagi sangat memengaruhi aktivitas mereka. Oleh karena itu, ada istilah liburan musim panas, sekolah musim panas juga kadang-kadang disebut karena biasanya dikhususkan untuk anak-anak yang harus mengulang ketidaklulusan mereka di musim reguler. Mood juga bisa dipengaruhi oleh keempat musim itu, orang-orang mungkin akan nampak lebih bersahabat ketika musim panas daripada musim dingin. Masyarakatnya juga biasanya bekerja keras untuk memenuhi perbekalan menyambut musim dingin, karena biasanya mereka lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Oke, kita memang tidak tahu persis keadaan di sana, kecuali bagi orang-orang yang pernah ke sana. Kita juga mungkin tidak akan secara langsung merasakan dampak dari keempat musim itu bagi kita. Akan tetapi, ternyata ada sekelompok hewan yang jauh-jauh datang ke Indonesia untuk menyampaikan pesan perubahan musim itu bagi kita. Mereka adalah sekelompok Raptor (burung pemangsa) wilayah temperate yang memang punya kebiasaan bermigrasi ke wilayah yang lebih hangat saat musih dingin tinggi. Suatu berkah bagi Indonesia, karena negara kita menjadi salah satu daerah tujuan “wisata” mereka. Ribuan Raptor kadang kala membuat bercak hitam di langit biru Indonesia. Hal itu menjadi tontonan langka dan menarik. Khususnya bagi masyarakat yang wilayahnya menjadi jalur migrasi. Beberapa kawasan di antaranya adalah kawasan Puncak, Bogor.

Kampus UI juga “ketiban pulung”, wilayah ini juga sering kali dilalui oleh sekelompok Raptor yang tengah migrasi, kadang kala UI juga menjadi tempat singgah bagi mereka. Ada 2 kelompok Raptor yang bermigrasi, yaitu Raptor dari selatan dan Raptor dari utara. Biasanya, musim panas dan dingin di kedua daerah tersebut saling berkebalikan. Artinya, kalau di utara sedang musim dingin, di selatan sedang musim panas, begitu pula sebaliknya. sehingga pola migrasi mereka berbeda. Secara umum musim dingin di belahan bumi utara terjadi pada bulan Desember, Januari, dan Februari. Sedangkan, musim dingin di belahan bumi selatan terjadi pada bulan Juni, Juli, dan Agustus.

Kelompok Raptor akan 2 kali bolak-balik kampus UI. Pertama, saat migrasi pergi (menuju Indonesia). Kedua, saat migrasi balik/pulang (menuju kampung halaman). Untuk Raptor utara, migrasi pergi mereka mungkin terjadi sebelum bulan Desember, dan migrasi baliknya setelah bulan Februari, karena mereka akan menghabiskan 3 bulan (Desember, Januari, dan Februari) untuk “liburan” ke wilayah yang lebih hangat.

Advertisement

About this entry