Srigunting “Sang Pengacau Elang”

Srigunting bertengger di paku pohon Cyathea sp.

Dalam tingkat trofik ekologi, Raptor (sebutan untuk burung-burung pemangsa) biasanya menempati urutan paling atas. dengan kata lain mereka adalah kelompok burung dengan kasta tertinggi. Wajar, karena burung apa kiranya yang mau menggangu mereka? Mengganggu burung dengan ukuran besar, paruh kokoh dan kaki yang dilengkapi dengan cakar yang tajam.

Tapi tidak disangka, ternyata ada burung yang berukuran lebih kecil namun berani melawan superioritas para raptor. Salah satunya adalah Srigunting. Srigunting terdiri dari banyak jenis, yang semuanya rata-rata memiliki kebiasan untuk “mengganggu” Raptor. Srigunting yang terekam dalam foto adalah jenis Srigunting Kelabu (Dicrurus leucophaeus ). Kebiasaan mereka bukan tanpa sebab, biasanya mereka berusaha “mengganggu” Raptor yang kebetulan melewati daerah kekuasaan Srigunting. Tindakan ini mungkin sebagai sikap antipredator atau mempertahankan teritori.

Tidak seperti raptor yang umumnya memakan daging, Srigunting adalah pemangsa serangga. Cara berburu mereka sangat unik. Mereka bertengger di dahan pohon tertinggi sehingga mereka dapat mengamati dengan baik daerah sekitarnya. dari tempat itu mereka kemudian mengejar serangga yang sedang terbang di udara. Tak jarang pengejaran tersebut dilakukan dengan gerakan akrobatik. Srigunting kemudian kembali ke tempat tenggeran semula setelah mangsa berhasil didapat.

Jika anda ingin menjumpai burung ini, anda dapat berkunjung ke berbagai Taman Nasional yang ada di Pulau Jawa. Foto Srigunting dalam artikel ini didapat saat saya dan beberapa anak Comata Biologi UI melakukan Bird Watching pada tanggal 16-18 Januari 2009 di Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango. Lokasi tersebut dapat dicapai melalu Lido, Sukabumi. Cukup dekat, dari kampus (Depok), perjalanan dapat mencapai 3 jam. Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 30 menit menuju Basecamp.

Advertisement

About this entry